Apa yang Terjadi Jika Lupa Frasa Pemulihan Rahasia MetaMask?

Apa yang Terjadi Jika Lupa Frasa Pemulihan Rahasia MetaMask?

Ada dua macam dompet cryptocurrency, yaitu dompet kustodial dan dompet non-kustodial.

Dompet kustodial adalah dompet yang dikelola oleh sebuah perusahaan, contohnya seperti Coinbase, Pintu dan lain-lain.

Kelebihan dompet kustodial adalah kemudahan dalam menggunakannya. Untuk mengakses dompet tersebut, kita hanya perlu membuat akun yang terdiri dari email dan password.

Dan biasanya, kita lebih terbiasa menggunakan cara ini, yaitu mengingat email dan password seperti yang kita lakukan pada akun media sosial.

Namun dibalik kemudahan tersebut, dana yang ada di dompet kita sebenarnya berada di tangan perusahaan pengembang dompet yang kita gunakan.

Jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan perusahaan tersebut, entah itu di hack atau terjadi korupsi didalamnya dan dana kita dicuri, maka seluruh aset yang kita simpan akan lenyap.

Sedangkan dompet non-kustodial menawarkan hal yang sebaliknya. Kita sebagai pengguna memiliki kontrol penuh atas seluruh aset yang kita simpan tersebut.

Namun seperti kata Paman Ben, dengan kekuatan besar, muncul pula tanggung jawab yang besar.

Kita harus menjaga 12 Frasa Pemulihan Rahasia dari dompet yang kita gunakan. Jangan sampai hilang atau jatuh ke tangan orang lain.

Karena jika itu terjadi, maka kita akan kehilangan seluruh aset yang kita simpan.

Nah, MetaMask adalah salah satu aplikasi dompet Ethereum non-kustodial yang sangat populer. Namun masih banyak yang belum mengerti bagaimana cara mengamankan akun mereka.

Untuk masuk ke akun MetaMask kamu, tidak dibutuhkan email seperti saat mendaftar dompet kustodial, yang kita gunakan adalah 12 Frasa Pemulihan Rahasia.

Pertanyaannya, apa yang terjadi jika kita kehilangan 12 Frasa Pemulihan Rahasia tersebut?

Baca juga: Cara Menghapus Akun MetaMask

Apa yang Terjadi Jika Lupa Frasa Pemulihan Rahasia MetaMask?

Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi, pertama kamu dapat kehilangan akses ke Akun MetaMask kamu besserta dengan seluruh Ethereum yang tersimpan didalamnya.

Kedua, kamu dapat kembali melakukan backup Frasa Pemulihan MetaMask jika memang masih memiliki akses ke MetaMask.

Agar lebih mudah memahaminya, baca penjelasan berikut:

Aplikasi MetaMask Terhapus Tanpa Backup Frasa Pemulihan Rahasia

Skenario pertama yang mungkin terjadi adalah kamu tidak sengaja menghapus aplikasi MetaMask, dan lupa mem-_backup_ 12 Frasa Pemulihan Rahasia.

Jika ini adalah yang terjadi, maka kamu harus siap menerima kenyataan bahwa kamu kehilangan seluruh aset yang kamu simpan pada dompet MetaMask tersebut.

Semua aset yang kamu simpan di MetaMask akan hilang, termasuk Ethereum, Token ERC-20 dan NFT.

Hal ini juga berlaku jika komputer kamu rusak, ponsel kamu hilang, atau perangkat kamu terkena virus yang mengharuskan kamu melakukan instal ulang.

Jika kamu tidak memiliki backup 12 Frasa Pemulihan Rahasia untuk akun MetaMask, maka itu artinya kamu benar-benar kehilangan akses ke akun tersebut.

Lupa Backup Frasa Pemulihan Rahasia Tapi Masih Memiliki Akses ke Akun MetaMask

Saat pertama kali membuat dompet Ehtereum menggunakan MetaMask, kamu akan diminta untuk melakukan backup Frasa Pemulihan Rahasia.

Jika kamu lupa untuk mem-_backup_ Frasa Pemulihan Rahasia tersebut namun aplikasi MetaMask masih terpasang di ponsel atau browser, maka kamu dapat melakukan backup sekarang juga.

Buka MetaMask, kemudian masuk ke menu Pengaturan > Keamanan Privasi > Mengungkapkan Frasa Pemulihan Rahasia > Masukkan Password. Maka MetaMask akan menampilkan ke-12 Frasa Pemulihan Rahasia dari akun kamu.

Segera salin ke-12 frasa tersebut ke aplikasi catatan di ponsel kamu, catat di secarik kertas, atau simpan di aplikasi pengelola password untuk keamanan ekstra.

Jika kamu sudah menyimpan frasa MetaMask kamu, kini kamu dapat bernafas lega.

Pasalnya dengan menyimpan salinan Frasa Pemulihan Rahasia tersebut, maka kamu dapat mengembalikan lagi akun kamu jika sewaktu-waktu perangkat kamu rusak, atau MetaMask tidak sengaja terhapus.

Profesor Clover

107 artikel

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini