Kenapa Bitcoin Harganya Bisa Naik Turun Drastis? Ini Penjelasannya
November 2021. Bitcoin menyentuh harga Rp1 miliar per koin. Media ramai, semua orang bicara soal crypto, dan para influencer berteriak “to the moon!” di mana-mana.
Selalu tahu teknologi terbaru
November 2021. Bitcoin menyentuh harga Rp1 miliar per koin. Media ramai, semua orang bicara soal crypto, dan para influencer berteriak “to the moon!” di mana-mana.
Harga Bitcoin hari ini sudah tembus miliaran rupiah per koin. Kamu lihat angka itu, lalu berpikir: “Waduh, saya cuma punya Rp50 ribu. Berarti tidak mungkin dong beli Bitcoin?”
Desember 2021. Banyak orang Indonesia membeli Bitcoin di harga Rp900 juta per koin. Setahun kemudian, harganya rontok ke Rp250 juta. Jutaan rupiah lenyap dalam hitungan bulan.
Sudah ada niat ingin beli Bitcoin tapi bingung mulai dari mana? Takut salah langkah? Atau khawatir uang hilang begitu saja? Tenang, kamu tidak sendirian. Hampir semua orang yang saya kenal mengalami kebingungan yang sama saat pertama kali ingin masuk ke dunia crypto.
Bayangkan sebuah buku catatan kelas. Tapi bukan buku catatan biasa — buku ini difotokopi dan dibagikan ke 1.000 orang sekaligus. Setiap kali ada transaksi baru, semua 1.000 orang itu langsung memperbarui catatan mereka secara bersamaan. Kalau ada satu orang yang coba mengubah catatannya sendiri, semua orang lain langsung tahu — karena catatan mereka berbeda.
Bayangkan kamu mendekati vending machine. Kamu masukkan uang, tekan tombol, minuman langsung jatuh. Tidak ada kasir, tidak ada formulir, tidak ada yang bisa berubah pikiran di tengah jalan.
Dulu, saya pikir menyimpan crypto di Indodax sudah cukup aman. Toh, Indodax adalah exchange terbesar di Indonesia, dan saya sudah percaya dengan reputasinya. Tapi setelah belajar lebih dalam soal dunia crypto, saya mulai menyadari ada satu hal mendasar yang selama ini saya abaikan.
Kalau kamu mengikuti berita soal cryptocurrency, nama Ethereum pasti sudah tidak asing di telingamu. Bukan cuma Bitcoin saja yang ramai dibicarakan — Ethereum juga terus menarik perhatian banyak orang, dari investor ritel sampai institusi besar.
Saya mengenal Bitcoin pertama kali saat masih duduk di bangku kuliah semester satu. Saat itu harganya masih 5 juta rupiah per koin.
Salah satu momok paling menakutkan ketika pertama kali menggunakan Indodax adalah saat ingin deposit ke akun kita. Karena ini menyangkut soal uang, ini sebenarnya adalah hal wajar, terutama jika kamu baru pertama kali melakukannya.