Cara Deposit di Binance Menggunakan Bank Lokal
- Untuk pengguna Indonesia, cara paling praktis deposit di Binance adalah via P2P Trading — beli USDT dengan rupiah langsung dari rekening bank, tanpa perlu rekening luar negeri.
- BIDR sudah tidak tersedia lagi sejak 2023. Gantinya, beli USDT via P2P dengan pembayaran rupiah untuk mengisi saldo Binance kamu.
- Selalu pastikan jaringan yang dipilih di platform pengirim sama persis dengan yang ada di halaman deposit Binance — salah jaringan bisa berarti dana tidak masuk dan sulit dipulihkan.
Sebelum dapat melakukan jual-beli Bitcoin atau crypto lainnya di Binance, kamu terlebih dahulu harus deposit di akun kamu.
Ada tiga cara utama untuk melakukan deposit di Binance: via P2P Trading menggunakan rupiah (cara yang paling umum digunakan pengguna Indonesia), via transfer crypto dari wallet atau exchange lain, dan via transfer bank internasional untuk deposit fiat (USD, EUR, dsb.). Ketiganya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan saya akan jelaskan satu per satu di sini.
Satu hal yang perlu diperhatikan: artikel ini awalnya ditulis tahun 2021 dan sudah diperbarui untuk menyesuaikan kondisi terkini. Salah satunya adalah soal BIDR — stablecoin berbasis rupiah yang dulu tersedia di Binance dan Tokocrypto, tapi sudah tidak bisa digunakan lagi sejak 2023. Saya akan jelaskan lebih lanjut di bawah.
Baca juga: Cara Beli Bitcoin di Binance
Cara Deposit di Binance Menggunakan Rekening Bank Lokal (via P2P)
Untuk pengguna di Indonesia, cara paling praktis untuk mengisi saldo Binance menggunakan rupiah adalah lewat fitur P2P Trading.
Cara kerjanya sederhana: kamu membeli crypto langsung dari sesama pengguna Binance, bukan dari Binance itu sendiri. Binance bertindak sebagai perantara — crypto yang dijual seller disimpan dalam sistem escrow Binance terlebih dahulu, baru dilepas ke akun kamu setelah pembayaran dikonfirmasi. Jadi tidak ada risiko ditipu seller.
Sebelumnya, panduan ini menggunakan BIDR (Binance IDR) sebagai aset yang dibeli via P2P. BIDR adalah stablecoin berbasis rupiah yang dulu tersedia di Binance dan Tokocrypto. Sayangnya, BIDR sudah tidak tersedia lagi sejak 2023, setelah Binance melepas kepemilikannya di Tokocrypto.
Tapi fitur P2P-nya sendiri masih aktif dan masih bisa digunakan. Sekarang aset yang paling umum dibeli via P2P untuk pengguna Indonesia adalah USDT (Tether), dengan pembayaran rupiah langsung dari rekening bank atau e-wallet seperti DANA, OVO, Gopay dan ShopeePay.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka aplikasi Binance;
- Ketuk menu P2P Trading (bisa dicari lewat fitur Search di bagian atas aplikasi);
- Pastikan kamu berada di tab Buy;
- Pilih aset USDT;
- Di kolom Currency, pilih IDR;
- Kamu akan melihat daftar seller yang menjual USDT dengan pembayaran rupiah — tersedia berbagai metode seperti transfer bank, GoPay, dan OVO;
- Pilih salah satu seller, masukkan jumlah rupiah yang ingin kamu gunakan, lalu klik Buy USDT;
- Ikuti instruksi pembayaran yang muncul di aplikasi;
- Setelah transfer selesai, klik Transferred, Notify Seller;
- Seller akan memverifikasi pembayaran dan melepas USDT ke akun Binance kamu.
Setelah USDT masuk, kamu bisa langsung menggunakannya untuk trading, atau mengonversinya ke Bitcoin, Ethereum, atau aset lain.
Satu hal yang perlu diperhatikan saat memilih seller: lihat persentase penyelesaian order (completion rate) dan jumlah transaksi yang sudah berhasil. Seller dengan completion rate di atas 95% dan ratusan atau ribuan order selesai biasanya jauh lebih bisa diandalkan, meski harganya kadang sedikit di atas harga pasaran. Jangan tergoda harga murah dari seller baru dengan riwayat transaksi yang minim.
Cara Deposit di Binance Menggunakan Cryptocurrency
Kalau kamu sudah punya crypto di exchange lain atau di wallet pribadi, kamu bisa langsung depositkan ke akun Binance. Ini cara yang paling cepat — terutama kalau menggunakan jaringan yang cepat seperti TRC-20 atau BEP-20.
Buka aplikasi Binance, ketuk tab Assets yang ada di pojok kanan bawah. Kemudian ketuk tombol Add Funds (tombol berwarna kuning yang ada diatas).

Berikutnya akan muncul beberapa pilihan. Pilih Deposit Crypto.

Aplikasi Binance akan menampilkan seluruh crypto yang dapat di depositkan ke akun kamu. Pilih USDT (atau crypto lain, bebas).

Pilih jenis jaringan, ada ERC-20, BEP-20, TRC-20, atau yang lainnya. Pastikan harus sama dengan yang kamu miliki di exchange lain atau wallet pribadi kamu. Kemudian ketuk tombol Copy Address.

Binance kemudian akan menampilkan alamat wallet dari crypto yang kamu pilih.

Selanjutnya salin alamat wallet tersebut. Tempelkan pada aplikasi wallet atau exchange yang kamu gunakan.
Kirim sejumlah crypto ke alamat wallet tersebut dan tunggu beberapa menit hingga ada notifikasi dari Binance bahwa kamu telah menerima sejumlah crypto di akunmu.
Memilih Jaringan yang Tepat — Bagian yang Paling Penting
Ini bagian yang paling sering jadi sumber masalah, jadi saya dedikasikan satu seksi khusus untuk ini.
Saat deposit menggunakan crypto — terutama USDT — kamu akan diminta memilih jaringan (network). Daftar jaringan yang tersedia di Binance cukup panjang: ERC-20, BEP-20, TRC-20, Polygon, Arbitrum, Solana, dan masih banyak lagi.
Jaringan yang dipilih di platform pengirim harus sama persis dengan jaringan yang kamu pilih di halaman deposit Binance. Kalau tidak cocok, dana tidak akan masuk — dan dalam kasus terburuk, tidak bisa dikembalikan.
Binance memang punya layanan recovery untuk kasus salah jaringan, tapi prosesnya tidak instan, ada biaya, butuh waktu dan tidak selalu berhasil.
Berikut perbandingan singkat jaringan yang paling umum digunakan:
ERC-20 adalah jaringan Ethereum. Paling banyak didukung oleh berbagai exchange dan wallet, tapi biaya transaksinya (gas fee) bisa mahal saat jaringan Ethereum sedang padat, dan waktu konfirmasi bisa lebih lama dari jaringan lain.
TRC-20 adalah jaringan Tron. Biaya transfernya sangat murah — kadang hampir gratis — dan prosesnya cepat. Ini salah satu pilihan paling populer untuk transfer USDT antar exchange karena efisiensinya. Banyak exchange Indonesia seperti Indodax mendukung TRC-20 untuk USDT.
BEP-20 adalah jaringan BNB Smart Chain. Biaya rendah, cepat, dan didukung oleh banyak platform. Baik untuk transfer rutin kalau exchange pengirim mendukungnya.
Satu catatan khusus: Dulu ada jaringan bernama BEP-2 yang merupakan jaringan Binance Chain — beda dengan BEP-20. Binance Chain secara resmi sudah dihentikan operasinya pada akhir 2024. Jika kamu masih melihat opsi BEP-2, jangan pilih jaringan ini. Gunakan BEP-20 sebagai gantinya.
Kalau mengirim dari exchange Indonesia seperti Indodax atau Tokocrypto, cek dulu jaringan apa yang tersedia di platform tersebut untuk aset yang ingin kamu kirim, lalu pilih jaringan yang sama di halaman deposit Binance.
Berapa Lama Deposit Akan Masuk ke Akun?
Jika deposit menggunakan crypto (USDT, Bitcoin, Ethereum, dan lain-lain), waktunya bervariasi tergantung jaringan yang digunakan.
Untuk TRC-20 dan BEP-20, deposit biasanya masuk dalam hitungan menit — kadang bahkan kurang dari 5 menit setelah transaksi dikirim. Untuk ERC-20, biasanya 5–15 menit, atau bisa lebih lama kalau jaringan Ethereum sedang sibuk.
Untuk Bitcoin, Binance umumnya membutuhkan setidaknya 1 konfirmasi sebelum dana dikreditkan — ini bisa berarti 10–30 menit, tergantung kondisi jaringan dan besaran mining fee yang kamu pasang.
Untuk deposit via P2P, bergantung pada seberapa cepat seller memverifikasi pembayaranmu. Seller yang aktif biasanya menyelesaikan dalam 15–30 menit setelah kamu klik “Transferred, Notify Seller”. Setiap transaksi P2P di Binance punya batas waktu — kalau seller tidak merespons dalam batas waktu tersebut, kamu bisa membuka sengketa (dispute) dan Binance akan membantu penyelesaiannya.
Sedangkan untuk deposit via transfer bank (FIAT), ini yang paling lama — bisa memakan waktu 1–5 hari kerja tergantung metode yang digunakan. Ini alasan kenapa sebagian besar pengguna Indonesia lebih memilih P2P atau transfer crypto dibandingkan transfer bank internasional.
Kenapa Deposit Tidak Masuk ke Akun Binance?
Kalau deposit sudah dikirim tapi belum muncul juga di akun Binance, ada beberapa kemungkinan penyebabnya.
Salah jaringan. Ini yang paling sering terjadi. Kamu mengirim USDT via ERC-20 tapi alamat deposit Binance yang disalin adalah untuk TRC-20 — atau sebaliknya. Dalam banyak kasus Binance bisa recovery, tapi ada biaya dan tidak selalu berhasil. Hubungi Binance Support dengan menyertakan TXID transaksi.
Jumlah di bawah minimum deposit. Binance punya batas minimum deposit untuk setiap aset. Kalau mengirim di bawah batas ini, dana tidak akan dikreditkan ke akun. Batas minimum tertera langsung di halaman deposit masing-masing aset sebelum kamu menyalin alamat.
Konfirmasi jaringan belum cukup. Transaksi yang baru dikirim perlu beberapa konfirmasi jaringan sebelum Binance mengakuinya. Cek status transaksi di block explorer menggunakan TXID-nya. Kalau sudah terkonfirmasi di blockchain tapi belum masuk ke Binance, baru hubungi support.
Akun belum terverifikasi (KYC). Beberapa fitur di Binance — termasuk batas deposit tertentu — memerlukan verifikasi identitas. Pastikan akun kamu sudah dalam status verified.
Maintenance Binance. Sesekali Binance melakukan pemeliharaan sistem yang bisa memengaruhi proses deposit. Cek halaman status resmi Binance kalau kamu curiga ada gangguan dari sisi platform.
Tips Penting Saat Deposit di Binance
Beberapa kebiasaan dasar yang sebaiknya selalu diterapkan setiap kali melakukan deposit:
Lakukan test transfer untuk pertama kali. Kalau ini pertama kalinya kamu mengirim dari sumber tertentu ke Binance, kirim jumlah kecil dulu. Konfirmasi bahwa sudah masuk, baru kirim jumlah yang lebih besar. Ini berlaku untuk semua exchange, bukan hanya Binance.
Jangan ketik alamat secara manual. Alamat deposit crypto terdiri dari puluhan karakter — salah satu huruf saja bisa membuat dana terkirim ke tempat yang salah. Gunakan tombol Copy yang tersedia di aplikasi. Setelah paste, verifikasi beberapa karakter pertama dan terakhir.
Waspadai clipboard hijacker. Ada jenis malware yang bisa mengganti isi clipboard kamu dengan alamat milik penyerang secara diam-diam. Biasakan memeriksa apakah alamat yang ter-paste di platform pengirim sudah sesuai dengan yang tampil di halaman deposit Binance, sebelum menekan tombol kirim.
Simpan TXID setelah mengirim. Setiap transaksi blockchain punya ID unik (transaction hash atau TXID). Simpan ini baik-baik — ini adalah bukti pertama yang akan diminta oleh Binance Support kalau ada masalah.
Untuk P2P, baca profil seller dengan teliti. Cek completion rate, jumlah order selesai, dan ulasan dari pembeli sebelumnya. Seller dengan reputasi baik jauh lebih bisa diandalkan, meski harganya kadang sedikit di atas harga pasaran. Jangan transfer ke rekening di luar aplikasi Binance — semua instruksi pembayaran harus ada di dalam platform.
Penutup
Deposit di Binance tidak serumit yang terlihat begitu kamu memahami alurnya. Untuk pengguna Indonesia, cara paling praktis adalah via P2P Trading dengan membeli USDT menggunakan rupiah. Kalau kamu sudah punya crypto di exchange lain, transfer langsung ke Binance adalah cara tercepat — asalkan pemilihan jaringannya tepat.
Satu prinsip yang perlu selalu dipegang: teliti dua kali sebelum menekan tombol kirim. Transaksi crypto tidak bisa dibatalkan begitu sudah terkirim ke blockchain. Semakin terbiasa dengan prosesnya, semakin cepat kamu bisa melakukannya — dan semakin kecil risiko kesalahan yang bisa kamu buat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Binance bisa digunakan di Indonesia?
Bisa, tapi Binance tidak menyediakan fitur deposit fiat langsung untuk rupiah. Cara yang paling umum digunakan pengguna Indonesia adalah via P2P Trading — membeli USDT dengan rupiah dari sesama pengguna — atau deposit crypto dari exchange lokal seperti Indodax atau Tokocrypto.
Apa itu P2P Trading di Binance dan bagaimana cara kerjanya?
P2P Trading adalah fitur yang memungkinkan kamu membeli crypto langsung dari sesama pengguna Binance menggunakan metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, atau OVO. Binance bertindak sebagai perantara yang menjamin keamanan transaksi — crypto seller disimpan dalam escrow Binance sampai pembayaran dikonfirmasi.
Berapa lama deposit crypto masuk ke akun Binance?
Tergantung jaringan. Untuk TRC-20 dan BEP-20 biasanya dalam hitungan menit. ERC-20 sekitar 5–15 menit. Bitcoin bisa 10–30 menit tergantung kondisi jaringan dan biaya yang dipasang. Kalau sudah lebih dari 2 jam belum masuk, cek TXID di block explorer dulu sebelum menghubungi support.
Apakah BIDR masih bisa digunakan untuk deposit di Binance?
Tidak. BIDR (Binance IDR) sudah tidak tersedia lagi sejak 2023 setelah Binance melepas kepemilikannya di Tokocrypto. Untuk deposit rupiah ke Binance sekarang, caranya adalah membeli USDT via P2P Trading dengan pembayaran rupiah.
Jaringan mana yang sebaiknya dipilih saat deposit USDT ke Binance?
Cek dulu jaringan apa yang tersedia di platform pengirim, lalu pilih yang sama di halaman deposit Binance. TRC-20 dan BEP-20 umumnya lebih murah dan lebih cepat dari ERC-20. Hindari BEP-2 — jaringan Binance Chain lama itu sudah resmi dihentikan pada akhir 2024.