Cara Mengganti Mata Uang di MetaMask

Cara Mengganti Mata Uang di MetaMask

Saat kita menggunakan MetaMask, maka akan ada mata uang yang ditampilkan di aplikasi ini yang secara otomatis mengkonversi nilai kripto yang kalian miliki.

Jadi kalian dapat mengetahui berapa nilai kripto yang kalian miliki saat ini dalam mata uang tertentu tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual.

Nilai tersebut akan selalu di perbarui secara otomatis mengikuti fluktuasi harga dari setiap kripto yang kalian simpan di MetaMask.

Secara default, mata uang yang digunakan di aplikasi MetaMask adalah Dolar Amerika. Namun Sobat Androbutu dapat mengubahnya menjadi mata uang lain seperti Rupiah Indonesia.

Dengan begitu kalian dapat lebih mudah dalam memonitor jumlah aset yang kalian miliki di MetaMask. Ini juga akan mempermudah kalian dalam memperkirakaan keuntungan dan kerugian investasi kripto kalian.

Baca juga: Beberapa Tips Cara Mengamankan Akun MetaMask Kalian

Cara Mengganti Mata Uang di MetaMask

Langkah pertama buka terlebih dahulu aplikasi MetaMask di HP Android ataupun iPhone kalian. Kemudian ketuk tombol titik tiga yang ada di pojok kiri aplikasi.

Selanjutnya pilih menu Pengaturan. Lalu setelah itu masuk ke pilihan Umum.

Cara Mengganti Mata Uang di MetaMask by Androbuntu 1

Selanjutnya pada bagian Konversi mata uang ketuk Dropdown, lalu pilih mata uang yang kalian ingin tampilkan sebagai bentuk konversi dari kripto yang kalian miliki di MetaMask.

Setelah itu kembali ke halaman depan aplikasi MetaMask, kini semua kripto yang kalian miliki nilai konversinya akan ditampilkan dengan mata uang yang tadi kalian pilih. Dalam tutorial ini saya memilih IDR atau Rupiah.

Cara Mengganti Mata Uang di MetaMask by Androbuntu 2

Kalian juga dapat menggunakan mata uang kripto lainnya jika mau, seperti misalnya Bitcoin, Litecoin ataupun yang lainnya.

Profesor Clover

107 artikel

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini