Cara menggunakan Sushiswap dengan MetaMask di Android dan iPhone
Jika kamu memiliki token di MetaMask, misalnya ApeCoin, dan kamu ingin mengubahnya menjadi USDT, maka ada beberapa cara yang dapat kamu gunakan.
Cara pertama adalah dengan menggunakan exchange seperti Indodax, Tokocrypto ataupun Binance. Namun kamu perlu mengirimkan ApeCoin kamu ke exchange tersebut terlebih dahulu. Ini, selain membutuhkan waktu, juga membutuhkan biaya gas Ethereum yang tidak sedikit.
Saya pribadi pernah mengalami hal ini. Waktu itu saya punya beberapa token ERC-20 di MetaMask dan ingin menukarnya ke USDT. Saya sempat mengirim token tersebut ke Binance, dan ternyata biaya gas-nya mencapai hampir $15 - $20 pada saat itu! Belum lagi harus menunggu konfirmasi yang kadang bisa memakan waktu 10-15 menit. Rasanya cukup menyebalkan, apalagi kalau jumlah token yang ingin ditukar tidak terlalu besar.
Cara kedua kamu dapat menggunakan decentralized exchange seperti Sushiswap. Untuk cara yang ini, kamu tidak perlu mentransfer token kamu. Konsep DEX seperti Sushiswap ini juga berbeda dengan exchange seperti Binance, karena Sushiswap tidak memegang token kamu.
Token kamu tetap berada di wallet MetaMask kamu, begitu juga setelah menukarkannya, token hasil swap akan tetap berada di MetaMask kamu. Ini yang membuat saya akhirnya beralih menggunakan DEX untuk transaksi-transaksi kecil sampai menengah.
Baca juga: Cara Menggunakan Uniswap dengan MetaMask di Android dan iPhone
Apa itu Sushiswap dan mengapa Saya mulai menggunakannya?
Sushiswap merupakan decentralized exchange (DEX), atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut sebagai pertukaran terdesentralisasi. Dengan menggunakan DEX seperti Sushiswap ini, kita dapat menukar token-token berbasis Ethereum (ERC20) menjadi Ether atau token-token ERC20 lainnya.
Kelebihan dari menggunakan DEX seperti Sushiswap ini adalah kita tidak perlu melakukan registrasi menggunakan alamat email dan juga verifikasi KYC seperti pada exchange seperti Binance, Indodax atau Tokocrypto. Yang kamu perlukan hanyalah sebuah aplikasi dompet Ethereum yang mendukung fitur untuk mengakses DEX ini, salah satunya adalah MetaMask.
Pengalaman saya pertama kali mencoba Sushiswap cukup mengesankan. Saat itu saya baru saja mendapatkan beberapa token dari airdrop sebuah proyek NFT, dan saya ingin segera menukarnya menjadi ETH. Daripada repot-repot transfer ke exchange terpusat, saya langsung coba gunakan Sushiswap. Prosesnya ternyata jauh lebih cepat dan simpel daripada yang saya bayangkan.
Kemudian nanti kita dapat menggunakan Ethereum untuk terhubung ke layanan Sushiswap. Kita dapat langsung menukarkan seluruh token yang kita miliki di MetaMask menjadi token lainnya yang kita inginkan. Kemudian token hasil swap yang kita lakukan juga akan secara otomatis tersimpan di MetaMask kita.
Yang menarik dari Sushiswap adalah kamu bisa menukar hampir semua token ERC-20 yang ada. Saya pernah mencoba menukar beberapa token yang cukup “obscure” atau tidak terlalu terkenal, dan ternyata tetap bisa dilakukan di Sushiswap. Ini berbeda dengan exchange terpusat yang biasanya hanya listing token-token populer saja.
Siapkan Ether yang cukup di MetaMask kamu
Untuk dapat melakukan pertukaran atau swap token di Sushiswap, kamu harus memiliki sejumlah Ether di MetaMask. Ether diperlukan sebagai biaya gas untuk semua transaksi yang kita lakukan di Sushiswap. Tanpa adanya Ether di MetaMask kita, maka kita tidak dapat melakukan swap.
Ini adalah kesalahan yang pernah saya lakukan di awal-awal menggunakan DEX. Waktu itu saya punya beberapa token yang ingin di-swap, tapi saya lupa kalau saya harus punya ETH untuk biaya gas. Jadinya saya harus beli ETH dulu, transfer ke MetaMask, baru bisa melakukan swap. Prosesnya jadi lebih lama karena keteledoran saya sendiri.
Jadi jika Sobat Androbuntu ingin mengikuti tutorial di bawah ini, pastikan kamu juga memiliki Ether di MetaMask kamu ya. Sebagai gambaran, untuk satu kali transaksi swap di Sushiswap, biaya gas-nya bisa berkisar antara $5 hingga $30 tergantung dari kondisi jaringan Ethereum saat itu. Kalau jaringan sedang ramai (congested), biaya gas bisa lebih tinggi. Kalau sepi, bisa lebih murah.
Tips dari saya: selalu cek gas fee terlebih dahulu sebelum melakukan swap. Ada beberapa website seperti Etherscan Gas Tracker yang bisa membantu kamu melihat kondisi gas fee saat ini. Kalau sedang tinggi, lebih baik tunda dulu transaksinya sampai gas fee turun. Saya biasanya melakukan swap di malam hari atau dini hari waktu Indonesia, karena di jam-jam tersebut gas fee cenderung lebih rendah.
Perbandingan Sushiswap dengan DEX Lainnya
Sebelum kita masuk ke tutorial, saya ingin sedikit berbagi pengalaman saya membandingkan Sushiswap dengan DEX lainnya seperti Uniswap dan PancakeSwap.
Sushiswap vs Uniswap: Keduanya sangat mirip karena Sushiswap sebenarnya merupakan fork dari Uniswap. Interface-nya hampir sama, dan keduanya menggunakan model Automated Market Maker (AMM). Yang membedakan adalah Sushiswap memiliki token governance sendiri (SUSHI) dan menawarkan beberapa fitur tambahan seperti staking dan yield farming. Dari pengalaman saya, fees di Sushiswap kadang bisa sedikit lebih murah dibanding Uniswap, tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Sushiswap vs PancakeSwap: PancakeSwap beroperasi di Binance Smart Chain (BSC), sedangkan Sushiswap di Ethereum. Keuntungan PancakeSwap adalah biaya gas yang jauh lebih murah karena BSC memang didesain untuk transaksi berbiaya rendah. Tapi kalau Sobat Androbuntu sudah punya token ERC-20 di Ethereum, tetap lebih praktis menggunakan Sushiswap daripada harus bridge token ke BSC terlebih dahulu.
Cara menggunakan Sushiswap dengan MetaMask di Android dan iPhone
Sekarang kita masuk ke tutorial praktisnya. Saya akan menjelaskan langkah demi langkah bagaimana cara menggunakan Sushiswap di HP Android atau iPhone kamu.
Langkah 1: Buka Browser di MetaMask

Langkah pertama, buka aplikasi MetaMask kamu. Baik itu di Android ataupun di iPhone, langkah-langkahnya akan sama saja. Setelah MetaMask terbuka, ketuk menu Explore kemudian dibagian paling atas, kamu akan melihat ada kolom “Search token, sites, URLs”.
Catatan penting: Kalau kamu menggunakan iPhone dan tidak menemukan menu Browser di MetaMask, kemungkinan karena Apple memang membatasi fitur browser di aplikasi wallet. Solusinya, kamu bisa gunakan browser biasa seperti Safari, lalu akses Sushiswap dari sana dan connect dengan MetaMask melalui WalletConnect. Tapi untuk Android, fitur browser bawaan MetaMask sudah sangat memadai.
Langkah 2: Cari dan Akses Sushiswap

Pada kolom pencarian, ketikkan alamat berikut ini: https://sushi.com. Pastikan untuk benar-benar mengunjungi alamat tersebut, jangan sampai salah ketik.
Peringatan penting: Hati-hati dengan situs phishing! Saya pernah hampir masuk ke situs palsu yang mirip banget dengan Sushiswap. Bedanya cuma di URL-nya yang sedikit berbeda. Pastikan URL yang kamu akses adalah https://www.sushi.com. Jangan sampai salah, karena kalau kamu connect wallet ke situs phishing, token kamu bisa hilang!
Langkah 3: Connect Wallet

Setelah tampilan situs terlihat, kamu akan melihat ada tombol biru bertuliskan Connect EVM Wallet. Ketuk tombol tersebut lalu pilih MetaMask dari daftar pilihan wallet.

Di tahap ini, Sushiswap akan meminta permission untuk membaca alamat wallet kamu. Ini normal dan aman selama kamu mengakses situs yang benar. Permission ini hanya memberikan akses read-only, jadi Sushiswap tidak bisa mengambil token kamu tanpa approval dari kamu. Ketuk Connect untuk melanjutkan.
Langkah 4: Melakukan Swap Token
Untuk melakukan swap atau penukaran, kamu tinggal pilih saja token apa yang ingin di-swap menjadi token lainnya. Kemudian pilih juga token yang ingin kamu dapatkan. Setelah itu masukkan jumlah token yang ingin di-swap.
Kamu akan mendapatkan informasi berapa token yang akan kamu dapatkan. Kemudian untuk menginisiasi proses swap, klik tombol biru yang ada di bawah situs Sushiswap.
Di sini ada beberapa informasi penting yang perlu kamu perhatikan:
Liquidity Provider Fee: Ini adalah biaya yang dibayarkan ke penyedia likuiditas. Biasanya sekitar 0.3% dari nilai transaksi.
Price Impact: Ini menunjukkan seberapa besar pengaruh transaksi kamu terhadap harga token. Kalau price impact-nya tinggi (di atas 5%), sebaiknya dipikir ulang. Saya pernah melakukan swap dengan price impact 8%, dan ternyata saya “rugi” cukup banyak karena slippage yang tinggi.
Minimum Received: Ini adalah jumlah minimum token yang akan kamu terima. Kalau harga berubah drastis saat transaksi sedang diproses, kamu tetap akan mendapat minimal sejumlah ini.
Langkah 5: Approve dan Konfirmasi Transaksi
Akan muncul sebuah jendela kecil dari MetaMask yang akan menanyakan kamu apakah kamu benar-benar ingin mengizinkan transaksi ini atau tidak. Ketuk tombol Izinkan untuk melanjutkan.
Kalau ini adalah pertama kalinya kamu swap token tertentu, mungkin akan ada dua transaksi yang harus di-approve:
-
Approval Transaction: Ini memberikan permission kepada Sushiswap untuk mengakses token yang ingin kamu swap. Transaksi ini juga membutuhkan gas fee.
-
Swap Transaction: Ini adalah transaksi swap yang sebenarnya.
Jadi jangan kaget kalau kamu harus bayar gas fee dua kali untuk swap pertama kali. Tapi untuk swap selanjutnya dengan token yang sama, kamu hanya perlu melakukan swap transaction saja.
Dan jangan lupa, pastikan kamu memiliki Ether yang cukup sebagai biaya gas setiap kali swap token di Sushiswap.
Tips dan Trik Menggunakan Sushiswap Berdasarkan Pengalaman Saya
Setelah beberapa kali menggunakan Sushiswap, saya punya beberapa tips yang mungkin bisa membantu Sobat Androbuntu:
1. Timing adalah Segalanya
Gas fee di Ethereum sangat fluktuatif. Saya pernah lihat gas fee di atas $50 untuk satu transaksi swap saat market sedang bullish dan banyak aktivitas di jaringan Ethereum. Di sisi lain, saya juga pernah melakukan swap dengan gas fee cuma $3 saat jaringan sedang sepi.
Jadi, kalau tidak terlalu urgent, lebih baik tunggu sampai gas fee turun. Biasanya gas fee lebih rendah di:
-
Weekend (Sabtu-Minggu)
-
Dini hari waktu Amerika (pagi-siang waktu Indonesia)
-
Saat market sedang sideways atau tidak terlalu volatile
2. Slippage Tolerance
Di pengaturan Sushiswap, ada opsi untuk mengatur slippage tolerance. Default-nya biasanya 0.5%. Tapi kalau kamu swap token yang likuiditasnya rendah, mungkin perlu dinaikkan jadi 1-2%. Saya pernah stuck tidak bisa swap karena slippage tolerance terlalu rendah, jadinya transaksi terus gagal.
3. Cek Multiple DEX
Kadang harga di Sushiswap bisa berbeda dengan di Uniswap atau DEX lainnya. Sebelum melakukan swap, ada baiknya cek dulu di beberapa DEX untuk membandingkan harga. Perbedaannya mungkin tidak besar, tapi lumayan juga kalau kita swap dalam jumlah banyak.
4. Waspadai Honeypot dan Scam Token
Tidak semua token yang ada di Sushiswap itu legitimate. Ada beberapa scam token yang bisa kamu beli tapi tidak bisa dijual kembali (honeypot). Sebelum swap, terutama untuk token yang tidak terlalu dikenal, cek dulu di website seperti Token Sniffer atau Honeypot.is.
Saya pernah hampir kena jebakan seperti ini. Untungnya saya cek dulu sebelum swap dalam jumlah besar.
5. Gunakan Hardware Wallet untuk Jumlah Besar
Jika Sobat Androbuntu sering melakukan transaksi dengan nilai besar, pertimbangkan untuk menggunakan hardware wallet seperti Ledger atau Trezor yang bisa dikoneksikan ke MetaMask. Ini jauh lebih aman daripada hanya mengandalkan MetaMask di HP.
Kesalahan yang Pernah Saya Lakukan (Supaya Kamu Tidak Mengulang)
Dari pengalaman saya menggunakan Sushiswap, ada beberapa kesalahan yang pernah saya buat dan sebaiknya kamu hindari:
1. Lupa Mengecek Gas Fee: Saya pernah langsung approve transaksi tanpa cek gas fee-nya berapa. Ternyata saat itu gas fee sedang sangat tinggi, dan saya bayar hampir $40 untuk swap token senilai $100. Sama sekali tidak layak.
2. Salah Pilih Token: Karena banyak token dengan nama yang mirip-mirip, saya pernah hampir swap ke token yang salah. Untung ketahuan sebelum approve transaksi. Jadi pastikan kamu cek contract address token yang mau di-swap.
3. Tidak Mengatur Deadline: Di advanced settings, ada opsi untuk mengatur transaction deadline. Saya pernah tidak mengaturnya, dan transaksi saya pending terlalu lama sampai akhirnya gagal. ETH untuk gas fee hangus begitu saja.
4. Swap Saat Network Congested: Pernah saya nekat swap saat jaringan Ethereum sedang sangat padat. Hasilnya? Transaksi pending lebih dari 30 menit, dan saat akhirnya confirmed, harga token yang saya beli sudah naik lumayan. Jadi saya dapat lebih sedikit dari yang diperkirakan.
Kesimpulan
Sushiswap adalah salah satu DEX terbaik yang pernah saya gunakan. Antarmukanya sangat ramah pemula, pilihan token-nya banyak, dan prosesnya cukup mudah. Meskipun biaya gas di Ethereum masih cukup tinggi, tapi untuk transaksi-transaksi tertentu, menggunakan DEX seperti Sushiswap jauh lebih praktis daripada harus transfer token ke exchange terpusat.
Yang paling saya suka dari Sushiswap adalah kebebasan dan kontrolnya. Token saya tetap berada di wallet saya, tidak perlu KYC, dan bisa swap kapan saja 24/7 tanpa batasan dari exchange. Ini adalah filosofi dari DeFi (Decentralized Finance) yang sebenarnya.
Bagi Sobat Androbuntu yang baru pertama kali ingin mencoba DEX, saran saya mulai dengan jumlah kecil dulu. Jangan langsung swap dalam jumlah besar. Pelajari dulu cara kerjanya, amati prosesnya, dan pahami risiko-risikonya. Setelah nyaman, baru tingkatkan nilai transaksinya seiring waktu.
Dan yang paling penting: DYOR (Do Your Own Research). Jangan pernah swap token hanya karena melihat orang lain profit atau karena FOMO. Pastikan kamu paham apa yang kamu beli, untuk apa token tersebut, dan apa risikonya.