Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet

Poin Penting
  • Trust Wallet mendukung ratusan jaringan sekaligus dalam satu aplikasi — pastikan jaringan yang kamu pilih saat kirim dan terima sudah sama, karena ini yang paling sering jadi penyebab transfer gagal.
  • Biaya transaksi di Trust Wallet dibayar menggunakan koin native jaringan yang digunakan — untuk BNB Smart Chain kamu butuh BNB, untuk Ethereum kamu butuh ETH. Pastikan saldo koin native mencukupi sebelum mengirim.
  • Selalu periksa beberapa karakter pertama dan terakhir alamat tujuan setelah paste — jangan hanya mengandalkan tampilan singkat yang muncul di layar.

Untuk mengirim dan menerima kriptokurensi di Trust Wallet, caranya sebenarnya sangat mudah karena tombol kirim dan terima ada di halaman depan aplikasi.

Namun bagi yang baru pertama kali mengenal kriptokurensi, sering ada satu hal yang bikin bingung: bukan soal tombolnya, tapi soal jaringan yang harus dipilih. Dan ini bukan soal sepele — pilihan jaringan yang salah bisa membuat transfer tidak sampai ke tujuan.

Karenanya, dalam artikel kali ini saya akan membuat tutorial mengirim dan menerima kriptokurensi di aplikasi Trust Wallet, sekaligus menjelaskan hal-hal penting yang perlu dipahami agar transaksinya berhasil.

Baca juga: Cara Mengembalikan Akun Trust Wallet

Memahami Konsep Jaringan di Trust Wallet

Sebelum masuk ke tutorialnya, ada satu konsep yang perlu dipahami terlebih dahulu.

Trust Wallet mendukung ratusan jaringan blockchain sekaligus — Bitcoin, Ethereum, BNB Smart Chain, Solana, Polygon, Tron, Arbitrum, dan masih banyak lagi. Masing-masing jaringan ini beroperasi secara independen, dan untuk beberapa jenis aset — terutama stablecoin seperti USDT — bisa berjalan di lebih dari satu jaringan sekaligus.

Artinya, satu aset yang sama bisa punya alamat yang berbeda tergantung jaringan yang digunakan. Saat menerima USDT misalnya, kamu perlu memilih ingin menerima via jaringan mana — ERC-20, TRC-20, BEP-20, atau lainnya. Dan saat pengirim mengirimkan USDT, jaringan yang mereka pilih harus sama persis dengan yang kamu pilih saat menyalin alamat.

Ini yang paling sering jadi penyebab transfer tidak sampai atau tidak terlihat di wallet. Kalau pengirimannya sudah benar, tapi USDT tidak muncul, coba beralih ke jaringan yang berbeda di Trust Wallet untuk melihat apakah aset tersebut ada di sana.

Cara Menerima Kripto di Trust Wallet

Untuk menerima kripto di Trust Wallet, caranya sangat mudah. Buka aplikasi Trust Wallet kamu, kemudian ketuk tombol Terima.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 1

Setelah itu pilih kriptokurensi apa yang ingin kamu terima. Dalam contoh kali ini saya ingin menerima Smart Chain.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 2

Kemudian Trust Wallet akan menampilkan QR Code dan juga alamat wallet. Salin alamat wallet ini dan berikan ke pengirim kripto.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 3

Satu hal yang perlu diinfokan ke pengirim: jaringan yang digunakan. Kalau kamu menyalin alamat untuk menerima USDT via TRC-20, informasikan juga ke pengirim bahwa mereka harus mengirim via TRC-20 — bukan ERC-20 atau jaringan lain.

Cara Mengirim Kripto di Trust Wallet

Untuk mengirim kripto di Trust Wallet caranya juga sangat mudah. Buka aplikasi Trust Wallet, kemudian ketuk tombol Kirim.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 4

Kemudian pilih kriptokurensi yang ingin dikirim. Pastikan kamu memiliki saldo kripto tersebut.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 5

Setelah itu tempelkan alamat kripto penerima di kolom yang sudah disediakan. Jangan lupa untuk memasukkan jumlah kripto yang ingin dikirimkan juga.

Jika semuanya sudah selesai diisi, ketuk tombol Berikutnya.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 6

Setelah itu Sobat Androbuntu akan melihat ringkasan kripto yang akan dikirimkan. Di menu ini kamu juga dapat melihat total biaya pengiriman yang dibutuhkan.

Jika sudah yakin untuk mengirimkannya, ketuk tombol Konfirmasi.

Cara Mengirim dan Menerima Kripto di Trust Wallet by Androbuntu 7

Kriptokurensi tersebut kemudian akan dikirimkan ke alamat wallet tujuan dengan jumlah sesuai dengan yang kamu masukkan tadi.

Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung jaringan yang digunakan. BNB Smart Chain dan Tron biasanya paling cepat, hanya beberapa menit. Ethereum bisa lebih lama, terutama saat jaringan sedang padat. Bitcoin umumnya butuh 10–30 menit.

Soal Biaya Transaksi

Di halaman konfirmasi tadi, ada kolom yang menampilkan biaya jaringan (network fee atau gas fee). Ini bukan biaya yang dipungut oleh Trust Wallet — ini biaya yang dibayarkan ke jaringan blockchain untuk memproses transaksi kamu.

Besarannya berbeda-beda per jaringan. BNB Smart Chain dan Tron termasuk yang paling murah — biasanya di bawah satu sen dolar. Ethereum bisa jauh lebih mahal, terutama saat jaringan sedang sibuk.

Yang perlu diperhatikan: biaya jaringan dibayar menggunakan koin native dari jaringan yang digunakan. Kalau kamu mengirim USDT via BNB Smart Chain, biaya jaringannya dibayar pakai BNB — bukan USDT. Kalau kamu mengirim via Ethereum, biayanya dibayar pakai ETH.

Jadi pastikan kamu punya saldo koin native yang cukup di wallet sebelum melakukan pengiriman. Kalau saldo BNB atau ETH kamu nol, transaksi tidak akan bisa diproses meskipun saldo USDT kamu cukup.

Tips Saat Mengirim ke Exchange Lokal

Kalau tujuan pengiriman adalah ke exchange Indonesia seperti Indodax, Tokocrypto, atau Pintu, ada beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan.

Pertama, pastikan aset yang ingin kamu kirim memang didukung oleh exchange tujuan dan tersedia di jaringan yang sama. Tidak semua exchange mendukung semua jaringan untuk setiap aset.

Kedua, cek apakah exchange tersebut punya batas minimum deposit. Kalau kamu mengirim di bawah batas minimum, aset mungkin tidak akan dikreditkan ke akun. Batas minimum ini biasanya tertera di halaman deposit masing-masing aset di exchange.

Ketiga, setelah mengirim, simpan TXID transaksi yang bisa ditemukan di riwayat transaksi Trust Wallet. Kalau ada masalah dan kamu perlu menghubungi support exchange, TXID ini adalah bukti pertama yang akan mereka minta.

Menambahkan Token yang Tidak Muncul Otomatis

Trust Wallet secara otomatis menampilkan token-token populer, tapi untuk token yang lebih kecil atau baru — terutama token DeFi dan token proyek baru — kadang perlu ditambahkan secara manual.

Caranya: di halaman utama Trust Wallet, ketuk ikon pengaturan di pojok kanan atas. Cari token menggunakan nama atau contract address-nya. Aktifkan toggle untuk menampilkan token tersebut di halaman utama.

Satu peringatan: banyak token palsu yang sengaja dibuat dengan nama dan simbol yang mirip dengan token asli. Kalau kamu menambahkan token menggunakan contract address, pastikan contract address tersebut berasal dari sumber yang bisa dipercaya — situs resmi proyek, CoinGecko, atau CoinMarketCap — bukan dari pesan acak di Telegram atau Discord.

Kesimpulan

Mengirim dan menerima kripto di Trust Wallet prosesnya memang tidak rumit. Yang perlu selalu diperhatikan adalah konsistensi jaringan antara pengirim dan penerima, kecukupan saldo koin native untuk biaya, dan verifikasi alamat sebelum konfirmasi.

Kebiasaan-kebiasaan kecil ini mungkin terasa merepotkan di awal, tapi lama-lama jadi otomatis — dan lebih baik terbiasa sebelum terjadi kesalahan yang tidak bisa diperbaiki.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Trust Wallet mendukung semua jenis cryptocurrency?

Trust Wallet mendukung lebih dari 10 juta aset di ratusan jaringan blockchain per 2026 — termasuk semua token ERC-20, BEP-20, SPL, dan banyak lagi. Kalau sebuah token tidak muncul otomatis, kamu bisa tambahkan secara manual menggunakan contract address-nya.

Mengapa crypto yang saya kirim belum sampai di Trust Wallet penerima?

Ada beberapa kemungkinan: transaksi masih menunggu konfirmasi jaringan, salah jaringan saat pengiriman, atau jumlah di bawah minimum. Cek status transaksi menggunakan TXID di block explorer yang sesuai dengan jaringan yang digunakan. Kalau sudah terkonfirmasi tapi belum muncul, penerima mungkin perlu beralih ke jaringan yang sesuai di Trust Wallet.

Apakah ada biaya untuk menerima crypto di Trust Wallet?

Tidak ada. Menerima crypto di Trust Wallet sepenuhnya gratis — kamu hanya perlu memberikan alamat wallet kamu kepada pengirim. Biaya transaksi hanya dikenakan di sisi pengirim, dibayarkan ke jaringan blockchain sebagai biaya konfirmasi.

Bisakah saya mengirim crypto ke alamat di jaringan yang berbeda?

Tidak bisa — dan ini yang paling penting untuk dipahami. Setiap jaringan blockchain punya format alamat dan mekanisme tersendiri. Mengirim crypto ke alamat di jaringan yang salah bisa membuat dana tidak sampai. Beberapa kasus masih bisa di-recovery, tapi prosesnya rumit dan tidak selalu berhasil.

Apa bedanya Trust Wallet dengan MetaMask?

Keduanya adalah non-custodial wallet, tapi punya keunggulan yang berbeda. MetaMask lebih fokus ke ekosistem Ethereum dan jaringan EVM-compatible, dengan integrasi browser yang kuat untuk DeFi. Trust Wallet punya jangkauan yang lebih luas — mendukung jaringan non-EVM seperti Bitcoin, Solana, dan banyak lagi — dan tampilannya lebih cocok untuk pengguna mobile.

Profesor Clover

119 artikel

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini