Pintu VS Indodax: Mana Aplikasi Jual-beli Kripto Terbaik?

Pintu VS Indodax: Mana Aplikasi Jual-beli Kripto Terbaik?

Poin Penting
  • Pintu cocok untuk yang benar-benar pemula
  • Tampilan Pintu lebih simpel dan user friendly, Indodax lebih kompleks
  • Indodax lebih cocok untuk market maker

Indodax merupakan platform jual-beli kriptokurensi tertua yang ada di Indonesia. Indodax awalnya bernama Bitcoin.co.id, berdiri sejak 2014 ketika Bitcoin masih dipandang sebelah mata oleh mayoritas orang Indonesia.

Sedangkan Pintu termasuk aplikasi jual-beli kripto yang terbilang masih muda di Indonesia. Diluncurkan pada 2020, Pintu masuk ke pasar dengan strategi yang berbeda: menyasar pemula, tampil lebih simpel, dan memposisikan diri sebagai pintu masuk ke dunia kripto bagi yang belum pernah menyentuhnya sama sekali.

Namun Pintu sudah berhasil menarik perhatian para investor kripto di Indonesia, dan pertumbuhannya tidak bisa diabaikan.

Karenanya, sebagian dari Sobat Androbuntu mungkin ada yang bingung ingin menggunakan Indodax atau Pintu untuk berinvestasi.

Tenang saja, dalam artikel kali ini saya akan membuat perbandingan antara Indodax dan Pintu. Beberapa hal yang saya bahas antara lain adalah biaya transaksi, biaya penarikan, program afiliasi, antarmuka aplikasi, serta beberapa hal yang tidak banyak dibahas orang — keamanan dan aspek regulasi.

Jika kalian belum memiliki akun di kedua aplikasi ini, silahkan mendaftar melalui tombol dibawah:

Daftar Pintu

Daftar Indodax

Biaya Transaksi

   
Pintu (mode biasa) “Gratis” — via spread
Pintu Pro Maker 0,12% / Taker 0,17%
Indodax IDR Market Maker 0,1% / Taker 0,2%
Indodax USDT Market Maker 0,03% / Taker 0,06%

Pintu tidak membebankan biaya transaksi setiap kali kita membeli atau menjual aset kripto di platform mereka — dalam mode biasa atau Lite.

Namun dengan satu catatan: Pintu bukanlah exchange, mereka bisa dikatakan sebagai broker. Sehingga harga kripto yang tertera di aplikasi mereka berbeda dengan yang ada di exchange, alias tidak mengikuti harga pasar secara langsung.

Ketika kita membeli Bitcoin di Pintu, misalnya, maka harga Bitcoin yang kita dapatkan akan lebih mahal dibandingkan harga di exchange pada waktu yang sama. Saat kita menjual Bitcoin, maka harga yang kita dapatkan akan lebih murah dibandingkan dengan harga Bitcoin di exchange pada saat itu. Selisih ini disebut spread, dan inilah cara Pintu menghasilkan pendapatan dari setiap transaksi mode Lite.

Itu artinya saat Sobat Androbuntu membeli kripto di Pintu mode Lite, walaupun tidak dibebankan biaya transaksi, sebenarnya kalian membeli kripto di harga yang lebih mahal dibandingkan di exchange. Begitu juga saat menjual, kripto kalian akan dihargai lebih murah. Karenanya menurut saya “gratis biaya trading” hanyalah sekedar gimmick.

Untuk pengguna yang sudah lebih serius, Pintu kini menyediakan mode Pintu Pro — sebuah fitur yang menghadirkan pengalaman exchange sesungguhnya dengan order book, limit order, dan struktur biaya yang transparan: Maker 0,12% dan Taker 0,17%. Selisihnya tidak lagi ditutup oleh spread yang lebar seperti di mode Lite, sehingga Pintu Pro sebenarnya menjadi pilihan yang jauh lebih efisien bagi siapa pun yang sudah melewati fase “pemula banget.”

Sedangkan di Indodax, biaya transaksinya dibagi berdasarkan pasar yang digunakan. Di IDR Market, maker dikenakan 0,1% dan taker 0,2%. Untuk USDT Market, biayanya lebih rendah: maker 0,03% dan taker 0,06%. Ini cukup kompetitif untuk ukuran exchange lokal, dan harga yang tertera mengikuti harga pasar secara langsung.

Untuk kalian yang belum tahu, taker adalah orang yang mengambil order yang ada di order book. Sedangkan maker adalah orang yang membuat order di order book.

Soal struktur biaya ini, saya lebih suka dengan Indodax karena perhitungannya jelas. Kalian tahu persis berapa yang dibayar. Harga kripto di Indodax juga mengikuti harga market saat itu, tidak ada spread tersembunyi yang harus ditebak.

Biaya Penarikan

   
Pintu Rp 4.500,- (flat)
Indodax Rp 10.000,- (flat)

Melakukan penarikan uang (withdraw) ke rekening kita merupakan sebuah prosesi yang ditunggu oleh banyak trader. Karena itu artinya (biasanya) kita telah mendapatkan keuntungan.

Pintu dan Indodax sama-sama menerapkan biaya penarikan flat, artinya berapapun jumlah penarikan yang kita lakukan, biayanya akan sama.

Dalam sekali penarikan, Pintu membebankan biaya sebesar Rp 4.500. Sedangkan biaya penarikan di Indodax adalah Rp 10.000 dalam sekali penarikan — lebih murah dibanding angka Rp 25.000 yang berlaku beberapa tahun lalu. Perlu dicatat juga, pengguna yang melakukan staking token PTU milik Pintu bisa mendapatkan biaya penarikan Rp 0, meski tentu ada syarat dan ketentuan tersendiri yang perlu dipenuhi.

Sebagai contoh, kalian menarik uang dari Pintu ke rekening bank kalian dengan jumlah 1 juta, 10 juta atau berapapun, maka biayanya akan tetap sama yaitu Rp 4.500. Begitu juga dengan di Indodax, berapapun uang yang kalian withdraw, biayanya tetap Rp 10.000.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pintu lebih unggul dari Indodax dalam hal biaya penarikan, selama kita berbicara tentang nominal penarikan yang tidak terlalu besar. Untuk penarikan besar — katakanlah di atas Rp 50 juta — perbedaan Rp 5.500 antara keduanya menjadi tidak signifikan dibanding faktor lain seperti kecepatan transfer dan kehandalan layanan.

Program Afiliasi

   
Pintu 5% dari biaya trading teman yang diajak
Indodax 10% dari biaya trading teman yang diajak

Catatan: sistem komisi afiliasi kedua platform ini telah berubah dari versi artikel pertama yang terbit 2022. Sebaiknya selalu cek halaman resmi masing-masing platform untuk angka terkini, karena kebijakan ini cukup sering diperbarui.

Secara struktur, keduanya kini menggunakan pendekatan yang lebih mirip: persentase dari biaya trading yang dibayar oleh orang yang kalian ajak. Indodax menawarkan 10% dari biaya trading yang dihasilkan referral, sementara Pintu memberikan 5%. Dengan asumsi referral aktif trading di Indodax menggunakan mode Pro, potensi komisi dari Indodax secara nominal lebih besar karena persentasenya dua kali lipat.

Antarmuka Aplikasi

Dari segi antarmuka aplikasi, Indodax dan Pintu tentu akan memiliki perbedaan yang signifikan.

Indodax menampilkan grafik lengkap harga kripto dengan seluruh alat pendukung untuk melakukan perhitungan. Ini cocok untuk trader yang terbiasa membaca candlestick, RSI, atau moving average. Tersedia dalam dua mode: Lite untuk yang ingin transaksi cepat tanpa terlalu banyak pilihan, dan Pro untuk yang ingin kontrol penuh atas order mereka.

Sedangkan Pintu dibuat lebih simpel karena memang ini bukan platform trading seperti Indodax di awal kemunculannya. Namun Pintu kini sudah berkembang jauh melampaui sekadar aplikasi beli-jual biasa. Fitur Pintu Pro dan Pintu Futures membawa pengalaman yang lebih lengkap, termasuk leverage hingga 25x untuk futures, Web3 Wallet untuk mengakses dApps dan NFT, serta Pintu Earn untuk mendapatkan imbal hasil dari aset yang dimiliki.

Saya sendiri lebih suka dengan antarmuka aplikasi Pintu yang lebih modern dan mudah digunakan. Namun itu bukan berarti antarmuka Indodax jelek — karena memang Indodax adalah exchange dengan target yang berbeda, tampilannya lebih kompleks sesuai fungsinya.

Satu hal yang menarik: Pintu kini juga mendukung perdagangan tokenized US stocks, yang artinya pengguna bisa mendiversifikasi ke saham Amerika tanpa harus keluar dari aplikasi. Ini adalah langkah yang cukup agresif dari Pintu untuk keluar dari kotak “aplikasi kripto pemula” dan bersaing di kategori yang lebih luas.

Soal Keamanan dan Regulasi: Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Ini bagian yang sering dilewatkan dalam perbandingan serupa, padahal relevan sekali.

Kedua platform kini beroperasi di bawah pengawasan OJK sejak Januari 2025, setelah sebelumnya di bawah Bappebti. Pengalihan kewenangan ini membawa konsekuensi yang lebih ketat: modal disetor minimum Rp 100 miliar, kewajiban AML, KYC yang lebih terstandar, dan pelaporan berkala ke otoritas. Bagi pengguna ritel, ini pada dasarnya kabar baik — ada lapisan perlindungan yang lebih formal.

Namun kerangka regulasi yang lebih ketat tidak otomatis berarti bebas risiko. Indodax mengalami peretasan pada 11 September 2024 yang diklaim dilakukan oleh peretas dari Korea Utara, dengan total aset yang berhasil dicuri sekitar US$ 14–22 juta. Manajemen Indodax menyatakan seluruh dana nasabah diganti penuh dan tidak ada pengguna yang dirugikan — dan platform kembali beroperasi dalam sekitar 80 jam. Ini preseden yang cukup baik soal tanggung jawab. Namun insiden ini juga mengingatkan bahwa ukuran dan reputasi tidak menjamin kebal dari serangan siber.

Di sisi transparansi, Indodax adalah satu-satunya platform kripto lokal yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) secara berkala, bahkan bisa dilihat secara real-time melalui platform Arkham. Ini bukan hal kecil — setelah kolapsnya FTX di 2022, PoR menjadi salah satu indikator paling penting dalam menilai kesehatan sebuah exchange.

Pintu, di sisi lain, belum mempublikasikan PoR secara setara. Bukan berarti dana tidak aman, tapi tingkat transparansi yang berbeda ini perlu menjadi pertimbangan, terutama bagi yang menyimpan aset dalam jumlah besar di salah satu platform.

Kesimpulan: Siapa yang Cocok Pakai Apa?

Pertanyaan “mana yang lebih bagus” sebenarnya salah bingkai. Keduanya menarget segmen yang sedikit berbeda, meski kini mulai saling tumpang tindih.

Pintu lebih cocok untuk yang baru mulai, yang prioritas utamanya adalah kemudahan penggunaan dan biaya withdraw yang rendah. Fitur Pintu Pro dan Futures juga sudah cukup kompetitif untuk trader yang lebih aktif, asalkan mereka nyaman dengan ekosistem Pintu.

Indodax lebih cocok untuk yang menginginkan exchange dengan likuiditas lebih tinggi, pilihan aset lebih banyak (400+ token vs 300+ di Pintu), biaya trading yang transparan di USDT Market, dan tingkat transparansi aset cadangan yang lebih bisa diverifikasi.

Untuk investor jangka panjang yang memegang Bitcoin atau beberapa aset bluechip saja dan jarang trading, perbedaan biaya antara keduanya tidak akan terasa signifikan dalam jangka panjang. Yang lebih penting adalah platform mana yang paling kalian percaya untuk menyimpan aset — dan itu kembali ke pertanyaan soal transparansi, rekam jejak penanganan insiden, dan kepatuhan regulasi.

Catatan: Artikel ini pertama kali terbit pada 29 Juni 2022 dan terakhir diperbarui Februari 2026. Biaya transaksi, program afiliasi, dan fitur dari kedua platform berubah cukup sering. Selalu cek halaman resmi Pintu dan Indodax untuk angka terkini sebelum membuat keputusan.

Ini adalah versi final artikel yang sudah diperbarui. Beberapa hal utama yang berubah secara substansial dari versi 2022:

Biaya penarikan Indodax dikoreksi dari Rp 25.000 menjadi Rp 10.000 (yang berlaku saat ini). Tabel biaya transaksi Indodax diperbarui dengan struktur IDR Market vs USDT Market yang lebih akurat. Pintu Pro ditambahkan sebagai konteks penting karena kini Pintu bukan lagi sekadar broker berbasis spread. Program afiliasi diperbarui karena sistemnya sudah berubah. Ditambahkan seksi keamanan dan regulasi yang membahas peretasan Indodax 2024, PoR, dan perpindahan pengawasan ke OJK — semua fakta yang relevan tapi jarang dimasukkan dalam perbandingan sejenis. Kesimpulan dibuat lebih tajam dan berbasis segmentasi pengguna, bukan sekadar “pilih yang sesuai kebutuhan” yang tidak informatif.

Profesor Clover

107 artikel

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini