Review VPS DigitalOcean setelah 7 tahun menggunakannya

Review VPS DigitalOcean setelah 7 tahun menggunakannya

Untuk kamu yang belum tahu, DigitalOcean adalah perusahaan penyedia layanan cloud yang sangat terkenal. Androbuntu sudah lebih dari 5 tahun ini menggunakan server dari DigitalOcean.

Saya pertama kali memindahkan server Androbuntu ke DO karena mengalami lonjakan traffic sehingga shared hosting sudah tidak lagi menampungnya. DigitalOcean saya pilih karena berdasarkan banyak ulasan yang saya baca di internet, layanannya cukup andal.

Dan apakah benar begitu? Berikut ini adalah review saya setelah lebih dari setahun ini menggunakan DigitalOcean. Oh, ya. Di review kali ini saya hanya akan fokus pada layanan VPS-nya saja ya. Karena dari sekian banyak produk yang ditawarkan oleh DO, saya hanya menggunakan VPS-nya.

Baca juga: Cara Bayar VPS Digital Ocean Menggunakan PayPal

Kemudahan pembayaran

Ini adalah poin utama yang menurut saya sangat krusial, terutama karena kita tinggal di Indonesia, metode pembayaran yang dapat kita gunakan sangat terbatas. Saat ini, DigitalOcean menyediakan beberapa opsi pembayaran untuk seluruh layanan mereka, yang terdiri dari:

  • Kartu kredit

  • Kartu debit

  • PayPal

Saya menggunakan PayPal sebagai metode pembayaran di DigitalOcean, karena ini merupakan satu-satunya metode yang saya dapat gunakan. Saya tidak memiliki kartu kredit.

Saat mendaftar akun di DigitalOcean, kita akan diminta untuk deposit ke akun senilai minimal $5. Biaya sewa Droplet (sebutan server di DigitalOcean) akan dipotong dari deposit yang ada di akun kita.

Beberapa penyedia layanan VPS populer lainnya seperti Vultr tidak menyediakan opsi pembayaran menggunakan PayPal. Sehingga cukup merepotkan bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit seperti saya ini.

Lokasi data center dan pengaruhnya ke performa

DO punya data center di beberapa lokasi: New York, San Francisco, Amsterdam, Singapore, London, Frankfurt, Bangalore, dan Toronto.

Untuk pengunjung dari Indonesia, pilihan terbaik biasanya adalah Singapore karena paling dekat secara geografis. Latency yang lebih rendah berarti loading situs yang lebih cepat untuk pengunjung lokal.

Saya menggunakan server Singapore untuk Androbuntu, dan hasilnya cukup memuaskan untuk traffic dari Indonesia.

Satu hal yang perlu diingat: setelah Droplet dibuat, lokasi data center tidak bisa diubah. Jadi pertimbangkan dengan baik sejak awal. Kalau kalian menargetkan pengunjung dari Indonesia atau Asia Tenggara, Singapore adalah pilihan yang paling masuk akal.

Stabilitas server yang dapat diandalkan

Ketika memilih penyedia layanan server, tentu pertimbangan pertama kita selain harga adalah masalah stabilitas server. Apakah server di DigitalOcean sering down?

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan DigitalOcean selama beberapa tahun belakangan ini, Androbuntu tidak pernah down karena kesalahan DigitalOcean itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa 99.99% tidak pernah terjadi down.

Di awal Androbuntu memang pernah beberapa kali down. Namun ini dikarenakan saya memilih server dengan spesifikasi terendah, padahal saat itu traffic Androbuntu sedang tinggi-tingginya.

Akhirnya setelah beberapa kali upgrade, situs ini tidak pernah down lagi.

Salah satu hal yang membuat DO nyaman digunakan adalah panel kontrolnya yang bersih dan tidak membingungkan.

Dari dashboard, kalian bisa melihat penggunaan CPU, RAM, disk, dan bandwidth Droplet secara real-time tanpa perlu install tools monitoring tambahan. DO menyediakan fitur ini secara gratis untuk semua Droplet.

Kalian juga bisa mengatur alert — misalnya minta notifikasi via email kalau penggunaan CPU melampaui 80%. Berguna untuk tahu lebih awal kalau server sedang kewalahan sebelum situs benar-benar down.

Ada juga fitur Console yang memungkinkan kalian mengakses terminal server langsung dari browser, tanpa perlu SSH. Ini menyelamatkan berkali-kali waktu server saya tidak bisa diakses via SSH karena salah konfigurasi firewall.

Harga sewa server yang masuk akal

Menurut saya DigitalOcean menawarkan layanan VPS dengan harga yang masuk akal jika dibanding dengan penyedia layanan serupa lainnya. Paket yang paling murah dapat kamu sewa dengan harga mulai dari $4 per bulan.

Kamu dapat melakukan upgrade ke paket yang lebih tinggi kapan pun kamu mau, seiring dengan web atau aplikasi kamu bertumbuh. Saya sendiri awalnya juga menggunakan droplet paling murah di DigitalOcean, kemudian seiring Androbuntu bertumbuh, saya upgrade secara perlahan ke droplet yang lebih mumpuni secara spesifikasi.

Jika dibandingkan dengan menggunakan shared hosting dengan harga yang tidak terpaut terlalu jauh, saya lebih merekomendasikan kamu untuk menggunakan VPS di DigitalOcean. Jauh lebih worth it.

Update 2026:

Di paragraf sebelumhya, saya menyebut sistem deposit dengan potongan per bulan. Tapi sejak Januari 2026, DigitalOcean sudah beralih ke sistem billing per detik — jadi kalian hanya membayar sesuai waktu Droplet benar-benar aktif.

Dengan sistem ini, kalau kalian hanya menjalankan sebuah Droplet selama 2 jam lalu menghapusnya, kalian hanya ditagih untuk 2 jam tersebut saja. Ada batas minimum tagihan sebesar $0.01 atau 60 detik, mana yang lebih besar.

Meski begitu, untuk Droplet yang berjalan sepanjang bulan (seperti server blog), harga bulanannya tetap ada batasnya (monthly cap) — jadi kalian tidak akan ditagih lebih dari harga bulanan yang tertera. Tidak ada kejutan di akhir bulan.

Harga Droplet Basic saat ini dimulai dari $4 per bulan — lebih murah dibanding waktu artikel ini pertama kali ditulis di 2019 yang masih $5.

Banyak pilihan jenis server yang tersedia

Waktu artikel ini pertama kali ditulis di 2019, pilihan Droplet di DigitalOcean tidak sebanyak sekarang. Saat ini DO menawarkan beberapa jenis Droplet yang masing-masing dirancang untuk kebutuhan berbeda.

Basic Droplet adalah pilihan paling terjangkau, mulai dari $4 per bulan. Ini yang paling cocok untuk blog, situs pribadi, atau aplikasi kecil yang trafficnya belum terlalu padat. Saya sendiri memulai dari sini sebelum akhirnya upgrade ketika Androbuntu mulai berkembang.

General Purpose Droplet punya rasio CPU dan RAM yang lebih seimbang, cocok untuk aplikasi yang butuh performa konsisten. Versi Premium-nya bahkan sudah menggunakan NVMe SSD dengan kecepatan jaringan hingga 10Gbps.

CPU-Optimized Droplet lebih cocok untuk workload yang butuh CPU kencang, misalnya pemrosesan data, encoding video, atau aplikasi analytics.

Memory-Optimized Droplet menyediakan RAM yang jauh lebih besar dibanding CPU-nya — cocok untuk database yang berat atau aplikasi yang banyak menyimpan data di memori.

Untuk kebutuhan hosting WordPress atau blog biasa, Basic Droplet sudah lebih dari cukup. Pilih General Purpose kalau sudah mulai serius dan traffic sudah cukup signifikan.

Kemudahan konfigurasi

Ini adalah nilai tambah lainnya yang hanya saya dapatkan dari DigitalOcean, yaitu konfigurasi yang mudah. Mulai dari pemilihan sistem operasi saat membuat server, hingga konfigurasi aplikasi yang ingin kita gunakan.

Semuanya dapat dilakukan semudah klik ini dan itu. Tidak perlu melakukannya secara manual (walaupun bisa juga dilakukan secara manual melalui terminal). Tapi tentunya opsi untuk klik pilihan konfigurasi sangat membantu para pemula.

Tidak hanya itu saja, juga tersedia fitur untuk memasang aplikasi yang kita inginkan. Contohnya WordPress, GitLab, Ghost, atau yang lainnya. Jadi tidak perlu memasang aplikasi-aplikasi tersebut secara manual melalui terminal.

Fitur backup dan snapshot

Ini adalah salah satu fitur yang memang seharusnya ada di setiap aplikasi dan layanan, termasuk layanan seperti DigitalOcean. Dengan adanya fitur backup dan snapshot, kita dapat tidur nyenyak karena mengetahui website yang kita hosting di server DigitalOcean ada salinannya.

Backup otomatis bisa diaktifkan saat membuat Droplet atau kapan saja setelahnya. DigitalOcean akan mengambil snapshot Droplet kalian secara otomatis seminggu sekali. Biayanya 20% dari harga Droplet. Jadi kalau Droplet kalian $12/bulan, backup otomatis cukup $2.40/bulan.

Ada juga opsi daily backup yang lebih sering, dengan biaya 30% dari harga Droplet.

Selain itu ada fitur Snapshot yang bisa kalian buat secara manual kapan saja. Snapshot ini berguna banget sebelum melakukan perubahan besar di server — kalau ada yang salah, kalian bisa restore ke kondisi sebelumnya.

Saya sangat menyarankan untuk mengaktifkan salah satu fitur ini sejak awal. Kehilangan data karena tidak ada backup adalah pengalaman yang tidak perlu kalian alami.

Dapatkan saldo DigitalOcean gratis senilai $200

Kamu yang sedang membaca artikel ini mungkin sedang mencari informasi atau rekomendasi VPS terbaik dan terpercaya di Google. Dan entah bagaimana singgah di artikel ini.

Satu hal menarik lainnya dari DigitalOcean adalah, mereka memberikan saldo gratis sebesar $200 untuk uji coba jika kamu mendaftar melalui tombol dibawah ini. Cocok untuk coba-coba sebelum kamu benar-benar menggunakan server mereka untuk skala produksi.

Daftar DigitalOcean

Dengan mendaftar melalui tombol diatas, kamu dapat menggunakan saldo $200 tersebut untuk menyewa VPS selama beberapa bulan, tergantung dari spesifikasi server yang kamu pilih nantinya.

Jika selama masa percobaan kamu tidak puas dengan performa server yang kamu sewa di DigitalOcean, maka tinggalkan. Kamu tidak perlu membayar apa pun. Jadi, tidak ada salahnya mencoba bukan?

Tapi jika kamu suka dengan performanya, silahkan dilanjutkan. Simpel ‘kan?

Sebagai bonus tambahan jika kamu mendaftar DigitalOcean melalui link diatas, kamu bisa konsultasi gratis ke saya melalui email. Silahkan email ke info@androbuntu.com, tanyakan apa saja seputar DigitalOcean. Mulai dari tanya fitur, tips, atau yang lainnya. Saya akan jawab sebisa mungkin.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026.

Androbuntu

2308 artikel

Androbuntu adalah media online yang fokus membahas perkembangan gadget, serta tips dan trik cara menggunakannya. Sejak tahun 2017, Androbuntu telah dibaca lebih dari 30 juta kali.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini