Tokocrypto VS Pintu: Apa saja Perbedaan Dua Exchange Lokal Ini?
Jika dibandingkan dengan Indodax, maka Tokocrypto dan Pintu merupakan dua aplikasi jual-beli kripto yang masih tergolong baru. Tokocrypto diperkenalkan pada September 2018, sedangkan Pintu didirikan pada 2019.
Namun walaupun masih tergolong baru, kedua aplikasi jual-beli kripto ini berhasil menarik perhatian banyak investor kripto tanah air dalam waktu singkat. Alasannya karena keduanya sama-sama menghadirkan inovasi yang belum ada di aplikasi-aplikasi sejenis lainnya.
Alasan kedua mungkin karena pertumbuhan jumlah pengguna Bitcoin di Indonesia sedang pesat-pesatnya.
Nah, untuk kalian yang baru saja ingin terjun ke dunia investasi Bitcoin atau kripto lainnya dan bingung ingin menggunakan Tokocrypto atau Pintu, perbandingan dibawah ini mungkin dapat membantu kalian dalam menentukan pilihan.
Omong-omong, untuk Sobat Androbuntu yang belum memiliki akun di Tokocrypto dan Pintu, silahkan daftar dengan klik tombol dibawah ini:
Biaya Transaksi Tokocrypto VS Pintu
| Tokocrypto | 0,31% |
|---|---|
| Pintu | “Gratis” |
Salah satu pertimbangan yang pertama kali harus Sobat Androbuntu pikirkan saat menggunakan platform jual-beli kripto adalah biaya transaksinya.
Baik Tokocrypto ataupun Pintu memiliki mekanisme biaya transaksinya masing-masing. Tokcrypto membebankan biaya sebesar 0,31% baik untuk transaksi jual maupun transaksi beli kripto.
Sedangkan biaya transaksi jual-beli kripto di Pintu adalah “gratis”. Mengapa saya memberikan tanda kutip di kata “gratis” ini?
Karena sejatinya saat melakukan transaksi jual-beli kripto di Pintu tidak benar-benar gratis. Kalian membeli kripto dengan harga yang lebih mahal di Pintu dibandingkan dengan harga yang ada di market.
Saat menjual, maka crypto kalian di hargai lebih murah dibandingkan dengan harga market. Karenanya, walaupun biaya transaksinya “gratis”, kalian sebenarnya tetap memberikan sejumlah uang ke pihak Pintu melalui selisih harga kripto yang tadi saya jelaskan.
Biaya Penarikan Tokocrypto VS Pintu
| Tokocrypto | Rp. 5.500,- (flat) |
|---|---|
| Pintu | Rp 4.500,- (flat) |
Biaya penarikan atau withdraw menjadi biaya lain yang harus kalian bayarkan pada platform yang kalian gunakan untuk melakukan jual-beli kripto.
Biaya penarikan di Tokocrypto dan Pintu hanya berbeda Rp 1.000, dengan Pintu lebih murah. Tokocrypto membebankan biaya penarikan flat sebesar Rp 5.500 per sekali penarikan.
Sedangkan biaya penarikan di Pintu adalah Rp 4.500 per sekali penarikan. Kenapa biaya penarikannya disebut “flat”? Karena berapapun nominal yang kalian tarik ke rekening, biayanya akan tetap sama.
Program Afiliasi Tokocrypto VS Pintu
| Tokocrypto | 20% dari biaya transaksi |
|---|---|
| Pintu | 0,004% dari volume trading |
Tokocrypto dan Pintu memiliki perbedaan yang cukup signifikan, salah satunya dari program afiliasi yang mereka tawarkan. Untuk Sobat Androbuntu yang belum tahu, afiliasi adalah program dimana kita akan mendapatkan bayaran jika berhasil mengajak seseorang untuk menggunakan sebuah layanan.
Jika kita berhasil mengajak seseorang untuk menggunakan Pintu atau Tokocrypto, maka kita akan mendapatkan komisi yang besarnya berbeda-beda.
Di Tokocrypto, kalian akan mendapatkan imbalan sebesar 20% dari biaya transaksi yang dilakukan oleh downline dibawah kalian.
Sedangkan imbalan di Pintu adalah sebesar 0,004% dari volume trading pengguna yang kalian ajak menggunakan Pintu. Program afiliasi dari Tokocrypto dan Pintu ini sangat cocok dijadikan sebagai sumber pemasukan tambahan.
Antarmuka Aplikasi Tokocrypto VS Pintu
Utuk tampilan antarmuka aplikasi, tentu tidak dapat dinilai menggunakan angka. Semuanya kembali lagi ke pengalaman kita dalam menggunakan aplikasi jual-beli kripto sudah sebanyak apa.
Namun berdasarkan pengalaman saya, Tokocrypto memiliki tampilan yang bagus untuk sebuah exchange. Baik tampilan aplikasi mobile maupun situs mereka, sama-sama mudah untuk digunakan.
Sedangkan untuk Pintu, saya juga sangat suka dengan tampilan aplikasi mobile mereka. Tampilannya mengingatkan saya pada Coinbase. Bersih, simpel dan mudah digunakan.
Jumlah Pilihan Aset Kripto Tokocrypto VS Pintu
| Tokocrypto | 200+ koin |
|---|---|
| Pintu | 400+ koin |
Ini salah satu perbedaan yang cukup terasa, terutama kalau Sobat Androbuntu sudah mulai melirik aset-aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum.
Tokocrypto menyediakan lebih dari 200 token kripto yang bisa diperdagangkan. Ini sebenarnya cukup banyak jika dibandingkan dengan sebagian besar exchange crypto lokal.
Ini sebagian besar berkat hubungannya dengan Binance — salah satu exchange kripto terbesar di dunia. Jadi wajar kalau pilihan koinnya cukup banyak, walaupun Pintu memiliki pilihan aset crypto yang lebih banyak.
Pintu, di sisi lain, menyediakan sekitar 400+ koin. Koin-koin populer seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB, DOGE, sampai stablecoin seperti USDT dan USDC — semuanya ada. Setiap kali ada proyek token baru, kemungkinan besar akan listing di Pintu dalam waktu dekat.
Kalau Sobat Androbuntu sudah mulai tertarik dengan altcoin yang lebih obscure, Pintu punya keunggulan jelas di sini. Tapi kalau masih fokus di koin-koin blue chip, Tokocrypto tidak kalah.
Fitur Earn (Penghasilan Pasif) Tokocrypto VS Pintu
| Tokocrypto | Ada, APY hingga 21% |
|---|---|
| Pintu | Ada, fleksibel dan terkunci |
Baik Tokocrypto maupun Pintu punya fitur yang memungkinkan aset kripto kalian “bekerja” selagi nganggur di dompet digital. Fitur ini biasanya disebut Earn atau Staking, tergantung platformnya.
Di Tokocrypto, fitur Earn menawarkan imbal hasil yang cukup menggiurkan — bisa sampai 21% per tahun untuk beberapa aset tertentu. Namun ada syaratnya: aset kalian harus dikunci selama periode tertentu. Artinya, kalian tidak bisa langsung menjual kripto tersebut sewaktu-waktu selama masa penguncian berlangsung.
Pintu punya pendekatan yang sedikit berbeda. Mereka menawarkan dua pilihan: flexi (fleksibel) dan locked (terkunci). Pilihan fleksibel memungkinkan kalian menarik aset kapan saja, sehingga cocok buat yang masih aktif trading. Pilihan terkunci biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi tapi dengan konsekuensi yang sama seperti Tokocrypto — kalian harus sabar menunggu masa penguncian selesai.
Satu hal yang perlu diingat: imbal hasil dari fitur Earn ini bukan bunga bank yang dijamin nilainya. Karena nilainya dalam bentuk kripto, hasilnya bisa terasa lebih kecil atau lebih besar tergantung pergerakan harga aset tersebut.
Pintu Pro VS Tokocrypto: Untuk yang Sudah Serius Trading
Artikel lama ini saya tulis waktu kedua platform ini masih dalam versi yang cukup sederhana. Tapi sekarang keduanya sudah berkembang cukup jauh, dan perbedaannya semakin terasa terutama di segmen pengguna yang lebih aktif.
Pintu kini punya fitur yang mereka sebut Pintu Pro. Ini semacam versi “serius” dari aplikasi Pintu yang biasa. Di Pintu Pro, kalian bisa trading dengan biaya yang jauh lebih kompetitif dibanding versi standarnya. Biaya maker di Pintu Pro Spot adalah 0,12% dan taker 0,17% — jauh lebih murah dibanding selisih harga yang harus kalian tanggung di Pintu versi reguler.
Yang lebih menarik, Pintu Pro juga sudah punya fitur Futures dengan leverage hingga 25x. Bagi yang belum familier: futures adalah cara trading di mana kalian bisa untung (atau rugi) meski harga kripto turun, dengan menggunakan modal pinjaman. Leverage 25x artinya modal Rp 1 juta bisa setara dengan posisi Rp 25 juta. Ini fitur yang powerful tapi juga risikonya sangat tinggi, jadi bukan untuk semua orang.
Tokocrypto, sampai saat ini, belum menawarkan fitur futures. Ini bisa jadi pertimbangan kalau Sobat Androbuntu sudah mulai serius dan ingin mencoba strategi trading yang lebih kompleks.
Untuk fitur order yang lebih canggih seperti limit order, stop loss, dan take profit — Pintu Pro sudah menyediakan semuanya. Tokocrypto juga punya fitur serupa di versi Pro mereka.
Keamanan dan Legalitas Tokocrypto VS Pintu
Ini poin yang sering diabaikan tapi sebetulnya penting, terutama untuk Sobat Androbuntu yang baru pertama kali masuk ke dunia kripto.
Kabar baiknya: keduanya sudah legal dan terdaftar resmi di Indonesia. Tokocrypto sudah mengantongi izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sejak 2019 dengan lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Pintu juga memegang status yang sama — bahkan kini juga berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) seiring dengan perpindahan regulasi aset kripto ke lembaga tersebut.
PFAK sendiri adalah status legalitas tertinggi yang bisa dimiliki exchange kripto di Indonesia saat ini. Jadi kalau ada yang tanya “aman nggak simpan kripto di sana?” — dari sisi legalitas, keduanya sudah melewati proses verifikasi yang ketat.
Namun legalitas bukan satu-satunya ukuran keamanan. Ada satu hal yang saya perhatikan: Pintu belum secara rutin mempublikasikan Proof of Reserve (PoR) — semacam bukti bahwa dana pengguna benar-benar tersimpan dan tidak “dipakai” untuk keperluan lain. Beberapa exchange global seperti Binance dan Bybit sudah melakukan ini secara berkala. Di Indonesia, baru segelintir exchange yang benar-benar serius soal transparansi ini.
Ini bukan berarti Pintu tidak aman — tapi memang jadi catatan bagi yang membutuhkan tingkat transparansi ekstra.
Minimal Deposit dan Kemudahan Top Up
Kalau ini, kedua platform sama-sama cukup ramah untuk pemula. Keduanya mendukung top up lewat transfer bank dan beberapa metode pembayaran lainnya. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan transfer biasa ke rekening bank.
Untuk nominal minimal, kedua platform memungkinkan kalian mulai dengan jumlah yang relatif kecil — bahkan Rp 11.000 pun sudah bisa digunakan untuk membeli sebagian kecil Bitcoin (karena Bitcoin bisa dibeli dalam satuan yang sangat kecil, bukan harus satu koin penuh).
Pintu juga mendukung deposit via e-wallet tertentu, yang membuat prosesnya lebih fleksibel bagi pengguna yang belum punya rekening bank atau lebih nyaman transaksi lewat dompet digital.
Token Native: TKO vs PTU
Ini fitur yang mungkin belum banyak dibahas di tempat lain, tapi cukup relevan kalau kalian ingin memaksimalkan penggunaan salah satu platform ini.
Tokocrypto punya token sendiri bernama TKO. Salah satu kegunaan praktisnya: kalau kalian membayar biaya transaksi menggunakan TKO, kalian mendapat diskon 25% dari biaya yang seharusnya. Ini mirip seperti konsep BNB di Binance — semakin aktif kalian trading, semakin besar keuntungan dari diskon ini.
Pintu punya token bernama PTU. Fungsinya sedikit berbeda — salah satu kegunaan utamanya adalah untuk staking PTU guna mendapatkan benefit tambahan, seperti bebas biaya penarikan ke rekening bank (dalam batas tertentu), bebas biaya kirim ke blockchain, dan transfer antar pengguna Pintu tanpa biaya. Semakin banyak PTU yang di-_stake_, semakin besar manfaat yang bisa didapat.
Keduanya menerapkan konsep “pengguna setia mendapat keuntungan lebih” — tapi implementasinya berbeda. TKO fokus ke diskon biaya transaksi, sementara PTU lebih ke arah membebaskan kalian dari berbagai biaya operasional.
Aplikasi Mobile vs Versi Web
Kalau dari sisi aksesibilitas, kedua platform sama-sama punya aplikasi mobile yang bisa diunduh di Android maupun iOS. Tapi ada perbedaan yang perlu diperhatikan.
Pintu — terutama Pintu Pro — juga menyediakan versi web yang bisa diakses lewat browser komputer. Ini penting buat yang suka trading sambil melihat layar lebih besar, menggunakan beberapa tab sekaligus, atau lebih nyaman pakai keyboard dan mouse.
Tokocrypto juga punya versi web trading, meski tampilannya mungkin terasa lebih padat untuk pengguna yang baru pertama kali mencoba.
Untuk penggunaan sehari-hari yang simpel seperti beli, jual, dan pantau portofolio — aplikasi mobile keduanya sudah sangat memadai. Perbedaan lebih terasa kalau kalian mulai masuk ke analisis teknikal atau trading yang lebih aktif.
Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Kalian?
Setelah panjang lebar membandingkan keduanya, jawabannya memang tidak bisa satu ukuran untuk semua orang.
Kalau Sobat Androbuntu baru mulai dan ingin pengalaman yang simpel tanpa terlalu pusing soal biaya, Pintu versi reguler bisa jadi titik masuk yang nyaman. Tampilannya bersih, prosesnya mudah, dan tidak perlu memahami order book atau istilah-istilah teknis lainnya.
Kalau sudah mulai lebih serius dan ingin akses ke lebih banyak pilihan koin, fitur Earn dengan imbal hasil kompetitif, atau sudah familiar dengan dunia kripto secara umum — Tokocrypto layak dipertimbangkan. Apalagi kalau kalian sudah punya akun Binance sebelumnya, karena ekosistemnya saling terhubung.
Dan kalau sudah benar-benar serius ingin trading dengan fitur lengkap termasuk futures, limit order, dan biaya yang lebih efisien — Pintu Pro adalah pilihan yang tidak bisa diabaikan. Pintu berhasil membangun layanan untuk dua segmen pengguna yang sangat berbeda dalam satu aplikasi yang sama: pemula yang santai dan trader yang aktif.
Yang pasti, tidak ada salahnya punya akun di keduanya. Prosesnya gratis dan tidak ada biaya bulanan. Kalian bisa coba keduanya secara langsung dan rasakan sendiri mana yang lebih cocok dengan gaya bertransaksi kalian.
Catatan: Data biaya dan fitur di artikel ini bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan masing-masing platform. Selalu cek informasi terbaru langsung di aplikasi atau situs resmi Tokocrypto dan Pintu sebelum mengambil keputusan transaksi.